~Ipang Sahabat Kecil~
baru saja berakhir
hujan di sore ini
menyisakan keajaiban
kilauan indahnya pelangi
tak pernah terlewatkan
dan tetap mengaguminya
kesempatan seperti ini
tak akan bisa dibeli
bersamamu kuhabiskan waktu
senang bisa mengenal dirimu
rasanya semuanya begitu sempurna
sayang untuk mengakhirinya.
Hidup ini terasa indah kala ku maknai dengan rasa syukur atas nikmat yang ALLAH Subhana Wata'ala limpahkan dan terasa bahagia kala dapat memberikan manfaat untuk kehidupan orang lain... Be my self...!!
Rabu, 21 Desember 2011
Senin, 19 Desember 2011
Desemberku...
Awan kelabu...
Langit menghitam...
butir-butir air berjatuhan dari langitNya...
Desemberku..
sepi bersemayam...
airmata jatuh tak tertahankan...
Desemberku... Hujan...
Desemberku... dia menghilang...
orang yang kusayang...
Tuhan... Izinkan aku meninggalkan Desember tahun ini dengan penuh kenangan..
Menyambut Tahun depan dengan keceriaan dan senyuman...
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan ksanggupannya..."
(QS. Al-Baqarah : 286)
"Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan"
(QS. Al-Insyirah : 5)
"Bersabarlah dan kuatkanlah kesabaranmu..."
(QS. Ali Imran : 200)
"Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar"
(QS. Al-Baqarah : 153)
"Maka nikmat Rabb engkau manakah yang engkau dustakan?"
(QS. Ar-Rahman : 55)
Langit menghitam...
butir-butir air berjatuhan dari langitNya...
Desemberku..
sepi bersemayam...
airmata jatuh tak tertahankan...
Desemberku... Hujan...
Desemberku... dia menghilang...
orang yang kusayang...
Tuhan... Izinkan aku meninggalkan Desember tahun ini dengan penuh kenangan..
Menyambut Tahun depan dengan keceriaan dan senyuman...
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan ksanggupannya..."
(QS. Al-Baqarah : 286)
"Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan"
(QS. Al-Insyirah : 5)
"Bersabarlah dan kuatkanlah kesabaranmu..."
(QS. Ali Imran : 200)
"Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar"
(QS. Al-Baqarah : 153)
"Maka nikmat Rabb engkau manakah yang engkau dustakan?"
(QS. Ar-Rahman : 55)
Kamis, 01 Desember 2011
she is my angel
Aku suka menggandeng tangannya ketika kami jalan berdua, aku suka mencium pundaknya bermanja-manja ketika dia sedang duduk sambil melipat pakaian. Dia yang paling mengerti hobiku ketika akan menghadapi ujian belajar semalam suntuk menyediakan berbagai cemilan yang aku suka, dia yang menangis ketika melihat aku kesakitan menahan maag yang kambuh, sibuk merawat bahkan aku sering merepotkannya walau dia lelah sekalipun tak pernah jenuh dan bosan menjagaku. Dia yang selalu menanyakan kegiatanku sehari-hari dan dialah orang yang senantiasa setia mendengarkan curhatanku panjang lebar meski dia saat itu merasa lelah dan mengantuk, dia yang suka memasakan masakan yang lezat buatku, menasehati kala aku boros dan berbuat sesuatu yang tidak disukainya.
Masih teringat, ketika aku duduk di sekolah dasar, dia menggendongku dari sekolah sampai kerumah dengan jalan kaki karena aku sakit. Betapa besar kasih sayangnya untukku, dia yang selalu berusaha memberikan apa yang aku inginkan, menabung hari demi hari demi barang yang aku ingin… maafkan aku…. Maafkan aku mama…. Betapa kasih sayangmu seluas samudra tak mampu aku membalasnya…
Mama…
23 november 2011/27 dzulhijah 1432 H telah meninggalkan kami semua yang ada di dunia ini. Mama yang mengajarkan ku banyak hal… Mama yang selalu berlimpahkan kasih sayang untuk anak-anaknya, Mama yang menjadi sandaran ketika aku sakit dan sedih. Mama…. Sayangku Cintaku untukmu selalu… Mama… Kini hanya Doa yang bisa kuberikan mengiringi kepergianmu, hanya Doa yang bisa kuberikan sebagai baktiku padamu… tak bisa aku menahan tangis ketika kau pergi meninggalkanku, tapi aku akan menahan tangisku ketika abah ada disampingku… Mama… aku berjanji tidak akan membuat abah sedih karena airmataku, aku akan berusaha mewujudkan keinginanmu terhadapku diwaktu itu.
Mama… Semoga kita bisa bertemu lagi disana… disurgaNya yang paling indah…. Aamiin…
Masih teringat, ketika aku duduk di sekolah dasar, dia menggendongku dari sekolah sampai kerumah dengan jalan kaki karena aku sakit. Betapa besar kasih sayangnya untukku, dia yang selalu berusaha memberikan apa yang aku inginkan, menabung hari demi hari demi barang yang aku ingin… maafkan aku…. Maafkan aku mama…. Betapa kasih sayangmu seluas samudra tak mampu aku membalasnya…
Mama…
23 november 2011/27 dzulhijah 1432 H telah meninggalkan kami semua yang ada di dunia ini. Mama yang mengajarkan ku banyak hal… Mama yang selalu berlimpahkan kasih sayang untuk anak-anaknya, Mama yang menjadi sandaran ketika aku sakit dan sedih. Mama…. Sayangku Cintaku untukmu selalu… Mama… Kini hanya Doa yang bisa kuberikan mengiringi kepergianmu, hanya Doa yang bisa kuberikan sebagai baktiku padamu… tak bisa aku menahan tangis ketika kau pergi meninggalkanku, tapi aku akan menahan tangisku ketika abah ada disampingku… Mama… aku berjanji tidak akan membuat abah sedih karena airmataku, aku akan berusaha mewujudkan keinginanmu terhadapku diwaktu itu.
Mama… Semoga kita bisa bertemu lagi disana… disurgaNya yang paling indah…. Aamiin…
Selasa, 01 November 2011
Aku Bangga Aku adalah seorang Guru
Menjadi seorang guru... inilah pilihanku ketika tamat di Sekolah Menengah Atas, awalnya aku sama sekali tidak membayangkan akan memilih di Fakulas Keguruan dengan jurusan matematika tapi karna fakor dorongan orang tua, akupun menuruti dengan ikhlas menjalaninya. Aku hanya berharap rhido Allah melalui rhido kedua orang tuaku, semoga inilah jalan yang terbaik untukku.
Awal perkuliahan semangatku naik turun karena memang didalam lubuk hatiku ada beberapa jurusan yang aku minati dan ingin sekali aku kuliah disana (belum 100% menginginkan kuliah menjadi guru), tapi pada suatu hari ketika mengikuti kuliah, ada seorang dosen yang sekilas bercerita mengenai betapa mulianya menjadi seorang guru, ilmu yang bermanfaat yang kita sampaikan untuk orang lain dapat menjadi amal jariyah buat kita. Betapa kehadiran seorang guru sangat berarti karena tanpa guru kita tidak bisa membaca, menulis, tidak tahu banyak hal, tidak bisa menjajaki perguruan tinggi seperti ini dan gurulah yang membuat kita bisa menjadi sekarang ini...
Astagfirullah betapa menyesalnya aku tidak bersemangat selama ini menjalani perkuliahan hanya karena ogah-ogahan menjadi seorang guru...
Akupun kembali bersemangat, waktu itu semester 3 aku mencari lowongan kerja sambilan sebagai guru les di bimbel. Alhamdulillah aku diterima disebuah bimbel TIARA, selain mengajar matematika disana aku diajarkan ilmu aritmatika Sempoa sehingga nantinya aku juga bisa jadi guru sempoa. Awal mengajar, aku hanya mempunya satu murid dan aku memperoleh honor Rp.20.000 pada bulan pertama tapi herannya aku tidak kecewa, aku bahagia kala itu bisa punya uang dengan keringat sendiri, aku bahagia bisa menyampaikan ilmu yang aku pelajari selama ini. Lama kelamaan muridku semakin banyak dan aku dipercaya menjadi tentor sempoa dikirim ke berbagai daerah, aku bahagia karena bisa melihat daerah-daerah yang belum pernah aku kunjungi, aku bersyukur ternyata kehadiranku membawa manfaat bagi orang banyak,. Alhamdulillah….
Tahun berganti tahun aku semakin mencintai profesiku sebagai guru les, semakin banyak siswa yang menyenangiku dan semakin banyak ilmu yang mereka peroleh dariku adalah suatu kepuasan dan kebanggaan bagiku. Beginikah menjadi guru? Bahagia ketika muridnya bisa memahami penjelasannya, kecewa pada diri sendiri ketika muridnya belum mampu memahami materi yang dia jelaskan… aku tak pernah beranggapan murid itu bodoh ketika dia sangat susah menerima pelajaran yang aku sampaikan. Aku beranggapan, akulah yang gagal dalam mengajar, aku harus mencari cara dan metode lain agar matematika itu menyenangkan bagi anak-anak didikku.
Semester akhir perkuliahan, aku mulai fokus pada skripsiku dan mulai mengurangi jadwal ngajar les di bimbel maupun privat, tapi pada suatu ketika aku membaca Koran disana ada tawaran menjadi guru kelas di sebuah SDIT, entah kenapa aku sangat tertarik. Akupun mencoba memasukkan berkas lamaran padahal waktu itu aku masih KKN dan lagi menyusun skripsi. Sebulan berlalu aku tak menyangka akhirnya aku dipanggil untuk mengikuti tes, melalui 3 tahapan tes dan Alhamdulillah akhirnya aku diterima menjadi guru dari 8 orang pelamar. Tak terkira betapa senangnya hatiku ini, tapi… semua tak semulus yang aku kira… banyak hal yang membuatku goyah dan berpikir untuk berhenti sebelum menandatangani kontrak 1 tahun.
Selama 3 bulan masa percobaan banyak hal yg terjadi, banyak hal yg kudapat, sekolah ini berbeda tak seperti sekolah-sekolah lainnya, sekolah ini adalah sekolah inklusi yakni menerima berbagai murid tanpa melalui tes, ada anak yang belum bisa baca, ada anak yang hiperaktif bahkan ada anak yang autis. Dari sinilah aku benar-benar diajarkan menghadapi berbagai karakter anak. Sekolah ini tidak hanya mementingkan akademisnya saja tapi sangat mementingkan perilaku dan sifat anak. Guru-guru yang ada diSekolah itu ramah-ramah, guru disana memang diajarkan berbagai hal dalam menangani berbagai tingkah laku anak, tak seperti di sekolah lain yang ku lihat beberapa gurunya pemarah kala mengajar, tapi disini tidak! Cara guru menegur, menyapa dan menyampaikan materi pun dilatih sedemikian rupa. Pembelajarannya tidak kaku ketika dikelas anak-anak boleh memilih pelajaran apa yang ingin mereka mulai, anak-anak tidak menggunakan seragam khusus, pembelajaran berlangsung di podok terbuka sehingga kami bisa melihat alam sekitar secara langsung. Guru dan murid bisa saja tidak melakukan pembelajaran dikelas tapi langsung kelapangan terbuka melihat tumbuhan-tumbuhan dan hewan-hewan yang ada disekitar kiata. Setiap pagipun di Sekolah itu tidak langsung belajar seperti di Sekolah lain melainkan ada yang namanya Morning Activity (kegiatan pagi), disana anak-anak bisa memilih mengerjakan 4 kegiatan yang mereka sukai terlebih dahulu, ada sholat dhuha, ngaji, fonik dan jurnal dimana anak-anak dapat meluapkan segala ekspresinya sebelum belajar di kelas (pondok atau bahasa dayaknya pasah).
Aku terhera-heran ketika awal masuk ngajar disana, bingung apa yang harus ku lakukan untuk pertama kali. Guru disana memang harus kreatif dan inovatif, aku sungguh kaku dibuatnya antara kagum terheran-heran dan bingung karena aku merasa belum cukup mampu menjadi guru sehebat guru-guru yang ada disana… Aku juga sering merasa keletihan setelah selesai mengajar karena banyak hal yang harus dilakukan guru kelas selain mengajar sehingga guru-guru disana memang jadwal pulangnya adalah jam 3 sore. Betapa letihnya aku menguras tenaga dan otak setiap harinya. Hal itulah mengapa kemudian aku ragu untuk melajutkan mengajar disana…
Disetiap sholat Aku selalu meminta petunjuk kepada ALLAH apakah memang aku mampu menjadi guru yang baik di sekolah sehebat itu, akhirnya beberapa minggu kemudian hatiku mulai tenang dan aku mulai menikmati setiap harinya. Ketika itu aku juga curhat dengan kepala sekolah tentang kekuranganku sebagai guru. Alhamdulillah pelan-pelan aku bisa menyesuaikan diri dan menuntut diriku sendiri menjadi guru yang kreatif, meningkatkan kualitas diri dan aku ingin tidak hanya akan menjadi seorang guru yang biasa saja tapi aku ingin menjadi guru yang LUAR BIASA!!. Aaamiin… Semoga kebersamaanku bersama siswa-siswi dan guru-guru SDIT SAHABAT ALAM berlangsung lama dengan penuh makna….
Awal perkuliahan semangatku naik turun karena memang didalam lubuk hatiku ada beberapa jurusan yang aku minati dan ingin sekali aku kuliah disana (belum 100% menginginkan kuliah menjadi guru), tapi pada suatu hari ketika mengikuti kuliah, ada seorang dosen yang sekilas bercerita mengenai betapa mulianya menjadi seorang guru, ilmu yang bermanfaat yang kita sampaikan untuk orang lain dapat menjadi amal jariyah buat kita. Betapa kehadiran seorang guru sangat berarti karena tanpa guru kita tidak bisa membaca, menulis, tidak tahu banyak hal, tidak bisa menjajaki perguruan tinggi seperti ini dan gurulah yang membuat kita bisa menjadi sekarang ini...
Astagfirullah betapa menyesalnya aku tidak bersemangat selama ini menjalani perkuliahan hanya karena ogah-ogahan menjadi seorang guru...
Akupun kembali bersemangat, waktu itu semester 3 aku mencari lowongan kerja sambilan sebagai guru les di bimbel. Alhamdulillah aku diterima disebuah bimbel TIARA, selain mengajar matematika disana aku diajarkan ilmu aritmatika Sempoa sehingga nantinya aku juga bisa jadi guru sempoa. Awal mengajar, aku hanya mempunya satu murid dan aku memperoleh honor Rp.20.000 pada bulan pertama tapi herannya aku tidak kecewa, aku bahagia kala itu bisa punya uang dengan keringat sendiri, aku bahagia bisa menyampaikan ilmu yang aku pelajari selama ini. Lama kelamaan muridku semakin banyak dan aku dipercaya menjadi tentor sempoa dikirim ke berbagai daerah, aku bahagia karena bisa melihat daerah-daerah yang belum pernah aku kunjungi, aku bersyukur ternyata kehadiranku membawa manfaat bagi orang banyak,. Alhamdulillah….
Tahun berganti tahun aku semakin mencintai profesiku sebagai guru les, semakin banyak siswa yang menyenangiku dan semakin banyak ilmu yang mereka peroleh dariku adalah suatu kepuasan dan kebanggaan bagiku. Beginikah menjadi guru? Bahagia ketika muridnya bisa memahami penjelasannya, kecewa pada diri sendiri ketika muridnya belum mampu memahami materi yang dia jelaskan… aku tak pernah beranggapan murid itu bodoh ketika dia sangat susah menerima pelajaran yang aku sampaikan. Aku beranggapan, akulah yang gagal dalam mengajar, aku harus mencari cara dan metode lain agar matematika itu menyenangkan bagi anak-anak didikku.
Semester akhir perkuliahan, aku mulai fokus pada skripsiku dan mulai mengurangi jadwal ngajar les di bimbel maupun privat, tapi pada suatu ketika aku membaca Koran disana ada tawaran menjadi guru kelas di sebuah SDIT, entah kenapa aku sangat tertarik. Akupun mencoba memasukkan berkas lamaran padahal waktu itu aku masih KKN dan lagi menyusun skripsi. Sebulan berlalu aku tak menyangka akhirnya aku dipanggil untuk mengikuti tes, melalui 3 tahapan tes dan Alhamdulillah akhirnya aku diterima menjadi guru dari 8 orang pelamar. Tak terkira betapa senangnya hatiku ini, tapi… semua tak semulus yang aku kira… banyak hal yang membuatku goyah dan berpikir untuk berhenti sebelum menandatangani kontrak 1 tahun.
Selama 3 bulan masa percobaan banyak hal yg terjadi, banyak hal yg kudapat, sekolah ini berbeda tak seperti sekolah-sekolah lainnya, sekolah ini adalah sekolah inklusi yakni menerima berbagai murid tanpa melalui tes, ada anak yang belum bisa baca, ada anak yang hiperaktif bahkan ada anak yang autis. Dari sinilah aku benar-benar diajarkan menghadapi berbagai karakter anak. Sekolah ini tidak hanya mementingkan akademisnya saja tapi sangat mementingkan perilaku dan sifat anak. Guru-guru yang ada diSekolah itu ramah-ramah, guru disana memang diajarkan berbagai hal dalam menangani berbagai tingkah laku anak, tak seperti di sekolah lain yang ku lihat beberapa gurunya pemarah kala mengajar, tapi disini tidak! Cara guru menegur, menyapa dan menyampaikan materi pun dilatih sedemikian rupa. Pembelajarannya tidak kaku ketika dikelas anak-anak boleh memilih pelajaran apa yang ingin mereka mulai, anak-anak tidak menggunakan seragam khusus, pembelajaran berlangsung di podok terbuka sehingga kami bisa melihat alam sekitar secara langsung. Guru dan murid bisa saja tidak melakukan pembelajaran dikelas tapi langsung kelapangan terbuka melihat tumbuhan-tumbuhan dan hewan-hewan yang ada disekitar kiata. Setiap pagipun di Sekolah itu tidak langsung belajar seperti di Sekolah lain melainkan ada yang namanya Morning Activity (kegiatan pagi), disana anak-anak bisa memilih mengerjakan 4 kegiatan yang mereka sukai terlebih dahulu, ada sholat dhuha, ngaji, fonik dan jurnal dimana anak-anak dapat meluapkan segala ekspresinya sebelum belajar di kelas (pondok atau bahasa dayaknya pasah).
Aku terhera-heran ketika awal masuk ngajar disana, bingung apa yang harus ku lakukan untuk pertama kali. Guru disana memang harus kreatif dan inovatif, aku sungguh kaku dibuatnya antara kagum terheran-heran dan bingung karena aku merasa belum cukup mampu menjadi guru sehebat guru-guru yang ada disana… Aku juga sering merasa keletihan setelah selesai mengajar karena banyak hal yang harus dilakukan guru kelas selain mengajar sehingga guru-guru disana memang jadwal pulangnya adalah jam 3 sore. Betapa letihnya aku menguras tenaga dan otak setiap harinya. Hal itulah mengapa kemudian aku ragu untuk melajutkan mengajar disana…
Disetiap sholat Aku selalu meminta petunjuk kepada ALLAH apakah memang aku mampu menjadi guru yang baik di sekolah sehebat itu, akhirnya beberapa minggu kemudian hatiku mulai tenang dan aku mulai menikmati setiap harinya. Ketika itu aku juga curhat dengan kepala sekolah tentang kekuranganku sebagai guru. Alhamdulillah pelan-pelan aku bisa menyesuaikan diri dan menuntut diriku sendiri menjadi guru yang kreatif, meningkatkan kualitas diri dan aku ingin tidak hanya akan menjadi seorang guru yang biasa saja tapi aku ingin menjadi guru yang LUAR BIASA!!. Aaamiin… Semoga kebersamaanku bersama siswa-siswi dan guru-guru SDIT SAHABAT ALAM berlangsung lama dengan penuh makna….
Fhoto ketika memanen kacang bersama Lia dan Aura siswi SDIT Sahabat Alam juga bersama Haekal salah satu siswa autis disana.
Senin, 31 Oktober 2011
Ibu doakanlah (seismic)
Ibu doakanlah ku akan melangkah
Menyusuri waktu menjemput citaku
Ibu lepaskanlah ku ke laut biru
Akan kuharungi akan kuseberangi
Ibu doakanlah ku sedang melangkah
Menjalani hari menjemput harapku
Ibu lepaskanlah ku dengan maafmu
Tentramkan hatiku menempuh hidupku
Doamu oh ibu selalu kunanti
Tulus dan suci dari relung hati
Doamu oh ibu selalu kunanti
Mohonkanlah Allah Rabbi besertaku selalu
Besertaku selalu…
lirik lagu seismic ini kupersembahkan untuk mamaku tersayang.
I LOVE U MOM
Langganan:
Komentar (Atom)


