Senin, 18 Agustus 2008

tentang sahabatku.....

17 mei 2008, 95 hari dari sekarang aku teringat lagi pada sosok itu. Walaupun dia sudah tiada tapi aku tak semudah itu untuk melupakannya.... Dia sahabatku semenjakku menginjakkan bangku di sekolah menengah pertama.
Ternyata baru kali ini aku merasakan sedih yang teramat dalam karna telah didahului oleh sahabatku sendiri.
Terakhir ku bertemu dengannya saat aku dan sohibku wiwi nekat ke banjarmasin untuk nonton film ayat-ayat cinta karna palangkaraya sendiri tidak ada bioskop jadi aku dan wiwi pergi ke banjarmasin dan menginap dirumah dina sahabat kami itu, entah kenapa hati ini ingin sekali ke banjar... ingin sekali..... akhirnya aku nekat sampai bolos kuliah dan menguras isi tabungan ku sendiri yg susah payah aku tabung selama ini.
Akhirnya aku dan wiwi sampai juga ke kostnya dina yang memang saat itu dia kuliahnya di banjarmasin. Disana, dina memperlakukan kami bagai tamu istimewa... Aku melihat dimatanya ada keikhlasan dan perasaan yang tulus untuk menjamu kami sebaik mungkin....
Hari itu 1 maret 2008, aku, wiwi dan dina bergegas pesan tiket tapi akhirnya kami mendapatkan tiket bioskop untuk jam 22.30. Padahal jam segitu kost dina gerbangnya akan ditutup dan kami harus nonton nie film karna udah bela-belain ke banjar, tapi dengan nada yang santai dina bilang “ya udah deh mumpung kalian ada disini kita nekat aja pulangnya jam 12 malam ntar aku urus masalah gerbang kost itu”.
Sebelum nonton kami bertiga jalan-jalan mutar-mutar kota banjarmasin dan entah kenapa ulang tahunku yg masih 12 maret nanti aku percepat tanggal 1 maret itu, jadi hari itu aku bilang aku akan mentraktir mereka “mumpung ada dina, aku hari ini mau mentraktir kalian anggap aja ulang tahunku biar nanti ga ada traktiran lagi yach.... hehe....”. Hari itu terasa indah, persahabatan kami terasa semakin erat... aku tak mau hari itu berakhir......
Malamnya kami nekat juga nonton film AAC meski pulangnya jam 12 malam dengan menggunakan Taxi. Pas udah didepan gerbang ternyata gerbangnya ga ditutup, akhirnya kami masuk dengan mengendap-endap tapi ternyata didalam rumah ibu kost udah siap menghadang dan aku kira kami bakalan kena semprot tapi ternyata beliau baik sekali dan mengkhawatirkan kami yang pulangnya terlalu malam. Akhirnya dengan sedikit penjelasan dari dina ibu kost pun mengerti...
Dikamar, kami ga bisa tidur, kerjaannya membahas film tadi dan kata dina dia kecewa karna ga sama persis dengan novelnya “kecewa nih.... kalo aja Ketika Cinta Bertasbih di filmkan aku ga bakal mau nonton”, itu ucapan dina yang benar-benar terbukti sekarang.
Aku ingat malam itu karna ga bisa tidur aku dan wiwi berinisiatif memutar lagu tpi trus dina ganti dengan lantunan ayat suci surah ar-rahman, dina bilang dia sangat suka ni surah dan sekarang akupun mulai menyukai surah ar-rahman itu.....
Satu haripun berlalu, akhirnya aku dan wiwi pamit untuk pulang ke palangka lagi.
“hati-hati dijalan ya...” itu ucapan terakhir dari dina,,,
Entah kenapa aku merasa ga mau pergi dan ingin menemaninya lebih lama lagi....
“kasian ya dina sendirian di kostan coz teman-temanya pada lum pulang dari kampung” kata wiwi lirih.
Akupun terdiam dan kupandangi wajah manis itu dari dalam mobil travel yang ku tumpangi, dia sungguh manis, cantik, dan terlihat pendiam...
Ya Allah, itu terakhir pertemuan ku dengannya. Setelah itu aku mendapatkan kabar bahwa dina kecelakaan karna jatuh dari sepeda motor yang ditumpanginya yang rencananya akan menuju kota ku palangkaraya....
Hatiku miris, dadaku terasa sesak, aku dan sahabat lainnya langsung menuju rumah sakit dan ku lihat disana terbaring sosok yang aku kenal, badannya terkulai dan kepalanya penuh dengan perban, berbagai peralatan medis mengelilingi dia yang tak sadarkan diri.
Aku berdoa disampingnya dan berbicara untuk memberikan semangat kepadanya untuk tetap bertahan meski ku tau dia tak sadarkan diri namun ku yakin dia mendengar doa-doa kami untuknya... Aku terus memberikan support untuknya dan tak terasa airmata keluar dari matanya yang sayu itu, Ya Allah apa dia mendengar doa-doaku??? Apa dia tau aku mengharapkan dia sembuh agar bisa berkumpul bersama-sama lagi??...
Aku pun pulang dengan perasaan yang tak menentu dan tak bisa tidur dibuatnya, jam 2 pagi handphone ku berdering dan dari kejauhan sana terdengar suara sahabatku lely “len, yang sabar ya!! Dina udah ga ada...”
ZZZZ... bagai petir menyambar diseluruh badanku, aku nangis sajadi-jadinya. “Ya Allah kenapa jadi begini?”. Aku mencoba untuk tegar, ikhlas dan aku baru sadar bahwa kita semua harus siap kapanpun jua untuk kembali pada Nya. Dan aku berharap akan bertemu dengannya lagi di tempat yang paling indah yaitu surga Nya. Amin.............

3 komentar:

norka mengatakan...

assalamualaikum,..
len Qt semua pasti merindukannya,
sosok yg akan selalu tinggal & mengisi ruang di hati Qt!
sampai kapan pun tetap akan ada ruang untuknya,
bahkan sampai Qt menyusulnya suatu hari nanti,
aku yakin Qt akan bersama lagi, dgn kondisi yg lbh baik, Insya Allah...
(LP'ers, norka)

Anonim mengatakan...

assalamualaikum,
len Qt pasti meridukannya,
sosok yg selalu menempati ruangan di hati Qt.
Aku yakin Qt ga akan melupakannya..
bahkan sampai nanti, bila suatu hari Qt menyusulnya
Yakin lah, akan sebuah pertemuan yg indah dgn dina, Insya Allah...
Love U coz Allah!!!!!

elen ^_^ mengatakan...

walaikumsalam....
amin.... aku berharap Qt bisa bersama lagi dan emang benar sampai kapanpun sosok itu akan selalu mengisi ruang kosong dihati Qt seperti yg kamu bilang.
Tanks udah jadi sahabat ku dan mengisi hari-hari ku selama ini meski jarak kita tak lagi dekat tapi Qt kan tetap menjadi sahabat dekat.
LOVE U TOO COZ ALLAH....